Archive for politics

Malaysia, The country next door

Malaysia is Indonesia’s neighbor, the majority of the population is Malays, following the sizable Chinese and Indian communities as well.

With this, their culture supposedly comes from the mix of Malays, Chinese and Indian cultures. Isn’t it?

But in fact, they like to claiming their neighborhood culture as theirs. Such as; claiming Indonesia’s traditional song titled “Rasa Sayange” (originally Ambonese – Indonesia) in 2007. But officially proofed that its belongs to Indonesia.

The latest issue is, Ambalat the Indonesian name given to a sea block in the Celebes Sea which is subject to a territorial dispute between Indonesia and Malaysia.
Again, Malaysia likes to claim that it belongs to them.
What a disbelief manner. We’ll wait how it will be ended?

Perhaps, just perhaps…this manner comes from their first succeed to get their own country name as publish in Wikipedia as follows:

A map published in 1914 in Chicago has the word Malaysia printed on it referring to certain territories within the Malay Archipelago.The Philippines once contemplated naming their state “Malaysia”, but Malaysia adopted the name first in 1963 before the Philippines could act further on the matter. (Source: Wikipedia)

Leave a comment »

Capres dan issue Neoliberalisme

Neoliberalisme, sebuah kata yang sering terdengar dalam konteks pemilihan presiden Indonesia bulan Juli nanti.
Terlepas dari ingin memberi pendapat pro atau kontra dengan paham ini, saya kok merasa sedikit curiga kalau sebenarnya masih banyak yang kurang paham apa makna kata neoliberalisme itu sendiri.
Berikut beberapa keterangan yang mungkin bisa membantu memberi pencerahan dalam pengertian kata neoliberalisme:
1. Penjelasan singkat dan sederhana dari neoliberalisme adalah: Intervensi negara harus berkurang dan semakin banyak berkurang sehingga individu akan lebih bebas berusaha.
2. Pondasi dasar neoliberalisme adalah: menundukan kehidupan publik ke dalam logika pasar. Semua pelayanan publik yang diselenggarakan negara harusnya menggunakan prinsip untung-rugi bagi penyelenggara bisnis publik tersebut, dalam hal ini untung rugi ekonomi bagi pemerintah. Pelayanan publik semata, seperti subsidi dianggap akan menjadi pemborosan dan inefisiensi. Neoliberalisme tidak mengistimewakan kualitas kesejahteraan umum.

Contoh ekstrim pelaksanaan paham ekonomi neoliberalisme di Indonesia adalah; menyusul kemerosotan nilai rupiah pasca kerusuhan 1998 pemerintah secara resmi mengundang IMF untuk memulihkan perekonomian Indonesia. Sebagai syarat untuk mencairkan dana talangan yang disediakan IMF, pemerintah Indonesia wajib melaksanakan paket kebijakan Konsensus Washington melalui penanda-tanganan Letter Of Intent (LOI), yang salah satu butir kesepakatannya adalah penghapusan subsidi untuk bahan bakar minyak, yang sekaligus memberi peluang masuknya perusahaan multinasional seperti Shell. Begitu juga dengan kebijakan privatisasi beberapa BUMN, diantaranya Indosat, Telkom, BNI, PT. Tambang Timah dan Aneka Tambang.

Sebagai informasi; pendukung antiglobalisasi adalah pihak yang paling lantang menentang neoliberalisme, terutama sekali dalam implementasi “pembebasan arus modal” tetapi tidak ada pembebasan arus tenaga kerja. Salah satu pendapat mereka, kebijakan neoliberal hanya mendorong sebuah “perlombaan menuju dasar” dalam arus modal menuju titik terendah untuk standar lingkungan dan buruh.
(sumber utama: Wikipedia)

Comments (1) »

Indonesia and it’s next president

July 2009 will coming. Soon, the president will be elected.
I think the best president chosen is the one who realize that this nation comes from multi tribe and religion. What do you think?

Leave a comment »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.